OpenHack: File-Based Workspace untuk Source-Guided Vulnerability Research
OpenHack: File-Based Workspace untuk Source-Guided Vulnerability Research

Hadrian, firma offensive security asal Amsterdam yang produk enterprise-nya sudah dipakai Fortune 500, memutuskan open-source metodologi internal mereka. Bukan karena altruisme semata — tapi karena, menurut CEO Rogier Fischer: “AI-powered vulnerability discovery must transition from being a research curiosity to a commodity capability.” Hasilnya adalah OpenHack: packaging dari cara tim riset Hadrian menjalankan automated vulnerability research, dirilis bebas buat siapa aja.
1. Architecture & Scanning Pipeline
Prinsip desain OpenHack bisa diringkas dalam satu kalimat dari GitHub-nya: “Hadrian is a state machine around files.” Semua state disimpan di plain files — bukan database, bukan server, bukan API. Ini yang bikin OpenHack bisa dijalankan oleh harness apapun: Claude Code, Codex, Cursor, atau custom runner sendiri.
[ARCHITECTURE : STATE MACHINE AROUND FILES]
Durable state: Cloned source, recon items, scenario prompts, scenario results, finding candidates, triage decisions, findings, dan logs — semua disimpan sebagai plain files di workspace.
State machine: Satu command advances run ke state berikutnya. Agent menjawab prompt untuk state itu. Command recorder memvalidasi jawaban sebelum materialize work baru — ada gate di setiap transisi.
Human approval: Phase transitions butuh human approval — bukan fully autonomous. Long-running parts tetap item-by-item loops, bukan bulk analysis sekaligus.
Fan-out by evidence: Workflow melebar hanya kalau evidence mensyaratkan. Satu routing unit bisa fan out ke beberapa experts, satu scenario bisa emit beberapa finding candidates, tiap candidate dapat triage decision independen.
Pipeline — 7 stage berurutan:
| Stage | File yang Dihasilkan | Keterangan |
|---|---|---|
| recon item | recon/ |
Entry point — sumber info tentang target (endpoint, fungsi, komponen). |
| routing unit | routing/ |
Tiap recon item di-route ke expert yang relevan. |
| scenario | scenarios/ |
Expert generate attack scenario yang akan diuji. |
| scenario result | results/ |
Hasil eksekusi scenario — apa yang terjadi saat dijalankan. |
| finding candidate | candidates/ |
Bug potensial yang teridentifikasi dari scenario results. |
| triage decision | triage/ |
Tiap candidate mendapat triage independen — real atau false positive? |
| finding | findings/ |
Bug yang confirmed — siap untuk disclosure atau remediation. |
12 Expert agents — spesialisasi per domain:
OpenHack datang dengan 12 expert agent yang masing-masing punya “expert manifest” — persona dan domain expertise spesifik yang diload oleh harness. Ini yang jadi kunci akurasi: daripada satu generalist agent yang coba cover semua, OpenHack assign specialist per attack surface.
- Injection specialists: SQL injection, command injection, template injection, path traversal.
- Auth & access: Authentication bypass, broken access control, privilege escalation.
- Web-specific: XSS, CSRF, SSRF, open redirect.
- Crypto & config: Cryptographic misuse, insecure configuration.
- Logic & data: Business logic flaws, insecure deserialization.
2. Coverage & Evidence Features
Yang membuat OpenHack menarik bukan hanya tekniknya, tapi konteks di baliknya: metodologi yang sama sudah dipakai tim riset Hadrian buat nemuin ratusan kerentanan — termasuk critical-severity flaws — di open-source software yang dipakai lembaga pemerintah Belanda.
- Harness agnostic: Karena state disimpan di plain files dan prompts di-load dari file system, OpenHack bisa dijalankan oleh Claude Code, Codex CLI, Cursor, atau custom runner sendiri — nggak locked ke satu provider.
- Checkpointed workflow: Tiap state tersimpan ke disk sebelum lanjut — run bisa di-resume dari checkpoint manapun kalau harness crash atau timeout. Ini yang bikin long-running review bisa tetap jalan tanpa mulai dari nol.
- Evidence chain per finding: Tiap finding dikaitkan ke file path, fungsi, dan scenario result spesifik — bukan floating claim tanpa bukti.
- Independent triage: Finding candidate dan triage decision dipisah sebagai dua stage berbeda — ngurangin confirmation bias di mana model yang generate temuan juga yang mengevaluasinya.
- Semua ada di repo: CLI, agent prompts, expert manifests, file schemas, dan full documentation — bukan “open core” dengan bagian penting yang disembunyiin.
Quick start:
git clone https://github.com/hadriansecurity/openhack.git
cd openhack
pip install -e .# Init workspace buat target repo
openhack init –source /path/to/target/repo –workspace ./my-review
# Jalanin recon — populate recon items
openhack recon –workspace ./my-review
# Route recon items ke expert agents
openhack route –workspace ./my-review
# Generate scenarios per routing unit
openhack scenario –workspace ./my-review
# Eksekusi scenarios (ini yang paling lama — harness yang jalan di sini)
openhack execute –workspace ./my-review
# Triage finding candidates
openhack triage –workspace ./my-review
# Lihat confirmed findings
openhack report –workspace ./my-review
3. Roadmap & Konteks Proyek
OpenHack lahir dari keputusan strategis yang menarik: Hadrian punya dua produk sekarang — platform enterprise Nova (agentic pentesting berbayar) dan OpenHack (metodologi yang sama, open-source). Ini bukan keputusan yang dibuat sembarangan.
[KONTEKS STRATEGIS]
Kenapa open-source? Kata Hadrian: “We’d rather hand defenders the same scaffolding we use internally than watch them re-derive it under pressure.” Ini juga positioning move — kalau metodologi sudah jadi commodity, differentiator Hadrian ada di platform, data, dan skala enterprise-nya.
Track record: Metodologi yang sama sudah menghasilkan ratusan CVE di software yang dipakai pemerintah Belanda — ini bukan marketing claim, ada disclosure public-nya.
Gartner recognition: Hadrian masuk sebagai Representative Vendor di Gartner Market Guide for Adversarial Exposure Validation (April 2026) — konteks penting buat validasi kredibilitas firm di belakang tool ini.
Roadmap: Belum ada public roadmap terpisah untuk OpenHack. Pengembangan kemungkinan mengikuti arah riset internal Hadrian — expert agents baru, harness support yang lebih luas, dan peningkatan triage accuracy.
Technical walkthrough: hadrian.io/blog